Mengapa manusia cenderung untuk mengatur dan mengorganisasi kegiatan, karena manusia adalah unsur terpenting dalam suatu kegiatan dan suatu organisasi. Manusia adalah sosok yang berperan sebagai penggerak dari suatu organisasi atau kegiatan. Suatu organisasi atau kegiatan tidak akan mungkin dapat berjalan jika tidak ada manusia sebagai elemen penggerak kegiatan atau organisasi.
Alasan untuk mempelajari organisasi secara formal :
a. Kompetisi
Sebuah perusahaan atau organisasi tidak bisa menganggap sebelah mata kompetitornya karena kelengahan sedikit dapat membuat ketertinggalan dan kehilangan peluang. Agar bisa bersaing dalam kompetisi yang ketat, perlu belajar dan tumbuh secara terus menerus.
b. Sinergisitas
Hampir tidak ada pekerjaan yang sama sekali tidak membutuhkan orang lain. Terlebih dalam organisasi yang baik, maka kekuatan utamanya terletak pada bagaimana menciptakan sinergi antara anggota / tim. Masing-masing orang belajar dan membawa hasil belajarnya untuk saling menyokong dan memperkokoh tim.
c. Perubahan yang sangat cepat
Perubahan yang terjadi pada era globalisasi saat ini utamanya di dunia bisnis sangat cepat. Trend saat ini, dapat secara tiba-tiba berubah diganti trend lainnya. Penemuan terus menerus terjadi, dapat saling menguatkan serta menggantikan satu sama lain. Untuk menghadapi perubahan tentu saja diperlukan kemampuan belajar dari situasi yang ada sehingga dapat menghadapi segala perubahan dengan percaya diri.
d. Mengantisipasi masa depan yang penuh ketidakpastian
Siapa yang menyangka akhirnya ekonomi raksasa seperti Amerika Serikat dapat runtuh gara-gara kredit perumahan ? Siapa yang mampu menebak arah bisnis dan perekonomian 10 tahun mendatang. Ya, manusia harus sadar bahwa hari esok penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Organisasi yang terus belajar dan tumbuh lebih siap dan terbuka menghadapi apapun yang terjadi kedepannya.
Teori organisasi klasik telah menimbulkan dampak pada organisasi-organisasi sampai sekarang, sebagai contohnya adalah :
a. Teori Birokrasi : pembagian kerja yang jelas, sistem aturan yang mencangkup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan dan sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja.
b. Teori Administrasi : wewenang dan tanggung jawab, sentralisasi dan aturan (order).
c. Teori manajemen ilmiah : kerja sama, sistem kegiatan yang terkoordinasi. kekuasaan dan kepemimpinan.
* Organisasi berguna dalam meningkatkan efisiensi karena untuk mencapai tujuan
* Organisasi penting untuk kegiatan manajemen
* Organisasi dapat memanfaatkan sumber daya dan waktu yang tersedia.
HENRY FAYOL seorang industrialis merupakan salah satu tokoh teori administrasi dalam bukunya menyatakan bahwa semua kegiatan industri dapat di kelompokkan menjadi 5 (lima), yaitu : perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan.
Dalam buku-buku literatur, manajemen ilmiah sering diartikan berbeda, yaitu : kekuasaan, saling melayani, doktrin (rumusan tujuan organisasi), disiplin (perilaku yang ditentukan pemerintah).
Mengapa banyak bidang-bidang teknik industri, manajemen industri, dan manajemen personalia diilhami oleh karya-karya TAYLOR karena dasar-dasar dari pada teori ini adalah adanya penekanan pentingnya segi aspek psikologi dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya.
Menurut teori organisasi klasik adanya suatu organisasi bergantung pada 4 (empat) kondisi yaitu kekuasaan, saling melayani, doktrin dan disiplin.
Teori neo-klasik secara sederhana di kenal sebagai teori hubungan manusia, karena menekankan pentingnya aspek psikologi dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya, atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendefinisiskan “suatu organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.
Dalam teori organisasi modern dikemukakan bahwa organisasi merupakan sistem terbuka. Sistem berarti semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan. Ada 5 (lima) ciri sistem terbuka, yaitu : kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariabel dan probabilistis.
Proses dalam organisasi yang penting adalah :
1. Komunikasi, suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya;
2. Keseimbangan, antar unsur-unsur organisasi.
3. Proses Pengambilan Keputusan adalah proses dimana dalam memecahkan suatu masalah dibutuhkan analisa yang cukup untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Dalam organisasi formal, sistem kegiatannya terkoordinasi, dilakukan oleh sekelompok atau beberapa kelompok yang bekerja sama dan dipimpin oleh pemimpin yang dapat bekerja sama.
Organisasi formal diibaratkan sebagai sebuah kendaraan untuk mencapai tujuan bersama, karena desain yang dibuat sudah disesuaikan dengan spesialisasi tiap-tiap struktur.
Peranan manager proyek dalam organisasi proyek secara umum mempunyai tanggung jawab atas setiap kegiatan di lapangan.
Menurut SCOTH dan MITCHELL tentang pengertian pengaruh merupakan suatu transaksi sosial dimana seorang atau sekelompok orang digerakkan oleh seseorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan keinginan mereka yang mempengaruhi.
Lima sumber atau basis pengaruh menurut FRENCH dan ROVEN :
1. KUASA INSENTIF (REWARD POWER), seorang individu yang mempunyai kelebihan untuk memberi ganjaran atau hadiah kepada kakitangan yang menurut arahannya.
2. KUASA SAH (LEGITIMATE POWER), timbul dari persepsi individu terhadap sesuatu arahan yang diberikan.
3. KUASA PAKAR (EXPERT POWER), timbul apabila mempunyai kelebihan dari segi kepakaran, kemahiran dan pengetahuan.
4. KUASA RUJUKAN (REFERENT POWER), sama dengan karisma dimana ia merujuk kepada kebolehan seseorang untuk melibatkan pengikutnya dan lebih kepada kebolehan untuk mempengaruhi orang lain melalui ciri-ciri perlakuan yang ada padanya.
5. KEKUASAAN YANG MEMAKSA (COERCIVE POWER), lebih memusatkan pandangan kemampuan untuk memberi hukuman kepada orang lain.
Tipe pendekatan teknik-teknik kreatif dalam pengambilan keputusan :
1. Brainstorming : Teknik ini berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreativitas maksimum dengan memberi kesempatan anggota untuk mengungkapkan ide-idenya. Kritik terhadap teknik brainstorming : hanya dapat diterapkan pada masalah-masalah keputusan sederhana; sangat memakan waktu dan biaya; dan hanya menghasilkan ide-ide dangkal.
2. Synectics : Teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan.
Proses minaut adalah proses untuk menerapkan empat proses dasar yang rasional dalam penggunaan dan penyebaran informasi mengenai masalah organisasi yang diterapkan secara sistematik tentang : menilai dan menjelaskan; sebab akibat; melakukan pilihan; mengantisipasi masa depan. Oleh karena itu, prosesnya dibedakan menjadi empat tipe :
1. Analisis situasi (pengenalan masalah, pemisahan masalah, penetapan prioritas, dan penempatan)
2. Analisis persoalan (merumuskan, menguraikan, menyaring informasi, menguji sebab yangmungkin dan melakukan verifikasi)
3. Analisis keputusan (merumuskan pernyataan keputusan, menentukan sasaran, mengembangkan dan mengevaluasi alternative, dan menganalisa konsekuensi atau resiko)
4. Analisis persoalan potensial (mengidentifikasi daerah kritis/lemah, mengidentifikasi persoalan potensial menyimpang, mengidentifikasi sebab yang mungkin dan mengidentifikasi tindakan penanggulangan).
Sebab timbulnya organisasi informal adalah pada dasarnya individu memiliki kebutuhan untuk mendapat kepuasan dalam berafiliasi dengan orang-orang di lingkungannya dan jika dalam organisasi formal kebutuhan tersebut kurang dapat dipenuhi, maka ia akan mencari sumber lain untuk memenuhi kebutuhannya, dan itulah organisasi informal.
karena adanya kebutuhan-kebutuhan penting yang bersifat manusiawi (human needs) yang harus dipenuhi dan ternyata tidak dapat dipenuhi oleh organisasi formal. Berikut ini kebutuhan-kebutuhan yang mendasari terbentuknya organisasi informal seperti Kebutuhan sosial, Rasa memiliki dan pengenalan diri, Pengetahuan tentang prilaku yang diterima, Perhatian (simpati), Bantuan dalam pencapaian tujuan, Kesempatan berpengaruh dan berkreasi, Pelestarian nilai-nilai budaya dan Komunikasi dan informasi
“Jendela Johari”, dikembangkan oleh pada dasarnya menggambarkan tingkat saling pengertian antar orang yang berinteraksi, diperkenalkan oleh JOSEPH LUTH dan HARRY INGRAM pada tahun 1955 yang dikembangkan untuk memperbaiki interaksi antar manusia yang belum saling mengenal supaya dapat saling mengenal dan mengetahui dan memperkecil kemungkinan konflik.
Teori motivasi kerja menyatakan bahwa seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik pada dari pada yang lain dalam situasi.
Menurut model ini, motivasi seorang individu sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat internal maupun eksternal.
Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi seseorang, antara lain jenis dan sifat pekerjaan; kelompok kerja dimana seseorang bergabung; organisasi tempat bekerja; situasi lingkungan pada umumnya; sistem imbalan yang berlaku dan cara penerapannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar